Tjahjo Kumolo

BIN Tidak Perlu Awasi Twitter dan FB

suarasurabaya.net| Badan Intelijen Negara (BIN) tidak perlu awasi Twitter atau Facebook (FB) karena paket bom kecolongan.Ini ditegaskan TJAHJO KUMOLO Ketua Fraksi PDI Perjuangan yang juga anggota Komisi I DPR RI, Jumat (25/03), seperti dilaporkan FAIZ reporter Suara Surabaya di Jakarta.

TJAHJO mengatakan, intelijen ungkap jaringan teror bom saja tidak berhasil, apalagi awasi twitter dan FB, itu terlalu jauh.

Harusnya, satu jarum jatuh dimana pun, kalau intelijen itu terstruktur baik, harusnya tahu. Sehingga tidak ada istilah intelijen kecolongan. Ia justru mempertanyakan, apa saja kerjanya intelijen sekarang ini.

Dia akan menolak intelijen mengawasi FB maupun Twitter, termasuk soal penangkapan orang yang diduga, karena sudah ada kewenangan polisi sesuai KUHAP.

Kata TJAHJO, intelijen tugasnya berkoordinasi, terstruktur, mendeteksi, memberi informasi A-1 ke presiden kalau ada yang mengganggu keutuhan wilayah.

Menurut TJAHJO, di Indonesia ada beberapa instansi yang mempunyai intelijen seperti kepolisian, kejaksaan, bea cukai, dan lama-lama Kominfo punya. Untuk itu harus ada pusat jaringan intelijen yang terkoordinasi dan terstruktur.(faz/ipg)

Sumber: Suarasurabaya.net, 25 Maret 2011, 13:39:15| Laporan Iping Supingah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *