Tjahjo Kumolo

Beberapa Penjelasan Adanya 6.7 Juta Pemilih Potensi Tak Bisa Memilih

Berkenaan dengan pemberitaan di media massa tentang “Adanya 6,7 juta calon pemilih yang berpotensi tidak dapat menggunakan hak pilihnya karena belum memiliki KTP-el dan posko pengaduan di Bawaslu”, maka dapat kami berikan penjelasan sbb :

1. Bahwa dalam rangka meningkatkan kualitas daftar pemilih, Dirjen Dukcapil sudah memberi pasword kepada 514 KPU Kab/Kota dan 31 KPU Provinsi serta Bawaslu sehingga semua data penduduk dapat diverifikasi secara digital termasuk mengecek calon pemilih sudah punya KTP-el atau belum, sudah merekam atau belum. Sangat disayangkan bila fasilitas yang sudah diberikan oleh Dirjen Dukcapil ini tidak dimanfaatkan oleh KPU.

2. Hari ini saya bersurat ke KPU untuk minta data yang 6,7 juta diklaim belum punya KTP-el atau Suket. Data ini akan kami cocokkan dengan data yang ada dalam databased. Ini semata-mata untuk meningkatkan akurasi DPS (Daftar Pemilih Sementara) dan DPT (Daftar Pemilih Tetap).

3. Mencermati DPS dari KPU ternyata sudah 96 % pemilih sudah memiliki KTP-el atau Suket. Sisa yang sekitar 4 % inilah yang akan kita kejar. Masyarakat juga saya minta proaktif merekam.

4. Untuk mengantisipasi dan mengatasi masalah perekaman dan pencetakan KTP-el, sejak pertengahan 2017 Dukcapil Kemdagri sudah membuat call centre di 1500537. Bagi masyarakat yang perlu Suket, perlu KTP-el, segera melapor.

Tentu saja masyarakat juga harus pro aktif merekam.

4. Jemput bola ke RT RW, kampus, sekolah, kantor-kantor sudah menjadi program rutin dinas Dukcapil. Bagi kantor-kantor, kampus-kampus yang menghendaki, kami jemput bola kesana, silahkan hubungi Dinas Dukcapil setempat.

Terimakasih perhatiannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *