Tjahjo Kumolo

Agar Indeks Demokrasi Naik, Mendagri Minta Hindari Politik Kebencian

Jakarta – Indeks Demokrasi Indonesia menurun di tahun 2016 menjadi 70,09. Padahal pada 2015, IDI secara nasional mencapai 73,82. Untuk menaikannya, Mendagri Tjahjo Kumolo menyebut perlunya menghindari politik yang berujar kebencian.

“Untuk meningkatkan kualitas demokrasi, hindari politik yang berujar kebencian,” kata Tjahjo, di Hotel Kartika Chandra, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (5/12/2017).

Kedua perlunya masyarakat menghindari politik uang. Ketiga menjaga stabilitas masa kampanye dan mengedepankan konsep dan adu program.

“Hindari politik uang apapun bentuknya. Ketiga dalam konteks tadi menjaga stabilitas tapi juga kampanye yang adu konsep dan adu program. Ini yang sedang dibangun dalam rangka konsolidasi demokrasi kita yang sudah 72 tahun ini mulai era terpimpin, Orba, sampai Reformasi dan tahapan-tahapan sekarang ini,” kata Tjahjo.

Selanjutnya harus ada sinergi antara partai politik dalam menentukan calon anggota legislatif, kepala daerah hingga calon presiden. Sebab kualitas partai politik juga berperan menentukan kualitas demokrasi.

“Harus ada sinergi antara parpol sebagai tuan rumah, penyelenggara setiap keputusan politik dalam kerangka berdemokrasi ini memilih calon DPR, DPRD, kepala daerah sampai presiden itu kan kerjaannya parpol. Jadi kualitas parpol juga menentukan kualitas berdemokrasi dan kualitas keanggotaan DPR sampai kepala daerah, capres, dan cawapres,” ujar Tjahjo.

Ia menyebut ideologi Pancasila harus benar-benar diimplementasikan oleh masyarakat. Karena ideologi pancasila seharusnya tidak lagi diperdebatkan.

“Kalau standarnya ya pakai konteks Pancasila. Kalau menjabarkan lima silanya berhasil ya selesai. Jangan sampai indeks demokrasi yang cukup bagus rusak gara-gara DKI saja misalnya. DKI dinamikanya tinggi tapi justru hari H-nya aman,” pungkas Tjahjo.
(Detik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *