Tjahjo Kumolo

41 Tahun Terjun di Politik, Tjahjo Ngaku Sedih soal Istri dan Anaknya

Jakarta – Sosok Tjahjo Kumolo yang sudah empat tahun terakhir menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri) buklanlah figur yang asing bagi masyarakat Indonesia. Terutam kalangan politisi parpol.

41 tahun berkecimpung dalam dunia politik tak membuatnya bosan dan harus berurusan dengan persoalan hukum. Politisi yang pernah duduk sebagai Sekjen PDIP itu kini telah menginjak usia 60 tahun.

Tjahjo menceritakan awal karir politik bermula saat ia terpilih menjadi ketua umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Tak lama berselang tepatnya di usia 27 tahun, ia untuk pertama kalinya terpilih sebagai anggota legislatif.

“Terhitung per hari ini saya memperingati 41 tahun berkecimpung di dunia politik. Dimulai dari KNPI. Dan kemudian masuk DPR,” ungkap Tjahjo di hotel Borobudur Jakarta Pusat, Senin (2/7).

Awal pertama menjadi legislator, Tjahjo mengungkapkan dirinya hanya mendapat gaji Rp 920 ribu. Angka yang cukup besar bagi seorang anak muda yang belum genap berusia 30 tahun. Sebab saat itu masih tahun 1998, di mana nilai rupiah belum seperti sekarang.

Selama 6 periode menjadi wakil rakyat, gaji tertinggi yang dia peroleh di kisaran Rp 250 juta. Nilai itu kemudian terjun bebas saat dia ditunjuk menjadi Mendagri oleh Presiden RI Joko Widodo.

“Saya udah lolos 6 periode di DPR. Pertama masuk gajinya Rp 920 ribu pensiun dari DPR gajinya hampir Rp 250 juta. Begitu jadi Menteri kembali ke 20 juta,” terang Tjahjo diiringi gelak tawa.

Empat dasawarsa lebih menjadi politikus Tjahjo ternyata menyimpan kesedihan. Imbas karirnya itu berdampak pula pada perjalanan karir istrinya, Erni Guntarti.

Erni sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) disebut tak pernah naik jabatan. Hal itu didasari karena Tjahjo memiliki jabatan di pemerintahan nasional.

“Yang enggak bisa menikmati karir saya sebagai politisi nasional itu istri saya. Beliau PNS tapi gak pernah naik jabatan karena suaminya politikus nasional. Termasuk anak saya,” lanjutnya.

Selain itu efek buruk lainnya juga dialami oleh anaknya. Tjahjo mengatakan anaknya yang berprofesi sebagai pilot ditolak melamar kerja di maskapai plat merah Garuda Indonesia.

Namun saat Jokowi mengangkatnya menjadi Mendagri, secara mengejutkan pihak Garuda Indonesia mempertimbangkan kembali anak Tjahjo bekerja di maskapai itu.

Tapi secara tegas Tjahjo mengatakan kepada anaknya supaya tidak kembali mengadu peruntungan di Garuda Indonesia. Menurutnya masih banyak jenis pekerjaan lain.

“Anak saya juga sama, ngelamar di Garuda tapi ditolak. Begitu pak Jokowi diangkat jadi Presiden dan saya ditunjuk jadi Menteri, Direktur Garuda telepon saya, dan bilang ‘anak pak Tjahjo saya pertimbangkan’. Saya bilang ke anak saya ‘selama bapakmu hidup jangan kerja di Garuda wong udah ditolak,” pungkasnya. (JawaPos)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *