Tjahjo Kumolo

Pemerintah Ingin Memperkuat Demokrasi, Cegah Kemunduran Pemahaman Demokrasi

(foto detik.com)

(foto detik.com)

Catatan pembahasan RUU Pemilu.

Dalam hubungannya dengan pembahasan RUU Pemilu sampai dengan sekarang ini, kita seolah-olah meributkan tentang undang-undang dasar, bukan bagaimana membuat undang-undang sebagaimana pelaksanaan dari undang-undang dasar.

Sekarang ini pembahasannya membahas undang-undang sebagaimana implementasi undang undang dasar. Kalau dilihat dari itu, undang-undang pemilu yang sudah berjalan selama ini, itu juga berdasarkan kepada undang-undang dasar. Sebagai contoh sistem presidential 20% kursi di DPR dan 25% suara secara nasional, sudah berjalan 2 (dua) kali pemilu. Hal itu diterima, disetujui dan diikuti oleh partai politik peserta pemilu yang memang partai-partai itu kongkrit keberadaannya di masyarakat sebagian besar 20%-25%. Sekarang pemerintah ingin meningkatkan penguatan dari pada sistem demokrasi dan sistem presidensil. Maka dari itu kenapa kita meributkan 20% kursi dan 25 % suara, bahkan ada yang ingin kembali ke 0 persen. Ini namanya kemunduran pemahaman demokrasi. Kita ingin maju, ingin memperkuat sistem demokrasi, keseimbangan antara DPR RI dan pemerintah.

Kalau dihubungkan dengan jumlah calon, dulu juga ada 4 (empat), menjadi 3 (tiga)  pada 2009, dan pada tahun 2014  ada 4 (empat) pasang calon, menjadi 3 (tiga) dan terakhir 2 (dua).

Barulah mengajukan calon presiden yang dirasa partai cukup untuk merebut hati rakyat.

Demikian juga partai-partai yang mendukung pemerintah, tentunya harus konsekuen dan konsisten untuk memperkuat sistem pemerintahan presidensil.

Terimakasih.

Tjahjo Kumolo

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>