Tjahjo Kumolo

Kolom Agama di e-KTP Wajib Diisi dengan Agama Yang Disahkan UU

Tjahjo Jokowi Wiranto

Menjawab pertanyaan dan penjelasan ulang. Masalah kolom agama di e-KTP sering ditanyakan ke saya, terkait kebijakan Pemda Kab/Kota yang berbeda:

Pendapat Kemendagri bahwa kolom Agama di e-ktp wajib ditulis bagi penduduk pemeluk salah satu agama yang sah menurut ketentuan UU. Kalau ber-agama Islam ya harus ditulis ISLAM dalam kolom agama di e-KTP. Demikian juga bagi mereka yang ber-agama lain seperti Katolik, Kristen, Hindu, Budha, Konghucu/ Sebagaimana UU, ya wajib ditulis.

Bagi pemeluk Akhmadiyah misalnya, di kolom agama e-KTP harus  ditulis Islam, tidak boleh ditulis (di kolom agama) dengan Akhmadiyah.

Ini ketentuan Kemendagri dan daerah. Di beberapa daerah, warga Akhmadiyah tidak mau kalau kolom agama ditulis Islam. Resikonya, e-KTPnya tidak diberikan. Itu sikap Pemerintah, juga berlaku di daerah, karena agama yang sah harus sesuai UU. Kalau mereka (penganut Akhmadiyah, juga Kepercayaan yang lain) butuh e-KTP Sementara untuk mengurus sesuatu masalah misalnya, maka ditulis hanya di berkas data pendaftaran e-KTP, keterangan sementara, tapi tidak boleh di e-KTP karena berdasarkan UU, kepercayaan bukan agama.

Demikian penjelasan yang sudah beberapa kali kami jelaskan. Jadi hal ini perlu dipahami oleh warga pemeluk aliran/kepercayaan di luar agama yang sah yang disahkan UU. Kemendagri harus taat pada ketentuan UU.

Tidak ada himbauan khusus kepada Kepala Daerah terkait hal ini karena ini adalah ketentuan UU yang harus ditaati. Kemendagri harus taat pada ketentuan UU.

Demikian. Terimakasih perhatiannya.

Tjahjo Kumolo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>