Tjahjo Kumolo

Sekali Dayung, Dua Pulau Terlampaui ala Menteri Tjahjo

Tjahjo Oke

Jakarta – Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Begitulah sebuah peribasa yang punya arti satu kali melakukan pekerjaan, mendapatkan beberapa hasil atau keuntungan sekaligus. Peribahasa itulah yang sepertinya diterapkan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo dalam setiap kunjungan kerjanya. Seperti saat Tjahjo, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Kebetulan Koran Jakarta ikut serta.

Pergi ke Grobogan sendiri, lewat jalur Semarang. Pagi hari, rombongan Menteri Tjahjo tiba di Semarang. Lewat jalur darat, kemudian ia melanjutkan perjalanan. Sepanjang jalan menuju ke Grobogan, beberapa kali Tjahjo berhenti sekedar untuk melakukan kunjungan mendadak atau biasa disebut ‘sidak’ (inspeksi mendadak) ee kantor-kantor kecamatan yang ada di sepanjang jalur Semarang-Grobogan. Kedatangan Mendagri yang begitu mendadak, mengagetkan para petugas kecamatan.

Bahkan para camat yang dikunjungi. Apalagi, Tjahjo datang pagi sekali. Beberapa kantor kecamatan, bahkan pegawainya belum banyak yang datang. Yang lucu, ada yang sampai begitu kaget, saat tahu yang turun dari mobil ternyata seorang menteri. Dalam sidak itu, Tjahjo melihat-lihat langsung pelayanan di kantor kecamatan. Bahkan dengan telaten, ia mendengar keluh kesah atau permintaan bantuan dari para camat. Misalnya, ada seorang camat, mengeluhkan tentang dana untuk pembangunan sebuah gedung pertemuan. Dengan sigap, Tjahjo langsung meminta pejabat yang menyertainya untuk mencatat itu.

Bahkan, ia juga meminta camat mencatat nomor teleponnya. “Tolong catat nomor handphone saya,” kata Tjahjo. Begitu juga ketika Tjahjo berkunjung ke Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Tjahjo datang ke Jatinangor, agenda kerja utamanya sendiri adalah untuk melantik Reydonnyzar Moenek, sebagai Wakil Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Reydonnyzar sendiri sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Keuangan Daerah.

Dalam kata sambutannya, Tjahjo mengatakan, pergantian Moenek sebagai Dirjen, adalah bagian dari penyegaran pejabat di kementerian yang dipimpinnya. Sejak mulai menjabat, dia sudah menggariskan, dalam rentang 2 tahun, harus ada penyegaran pejabat. “Ini sebenarnya bagian dari penyegaran,” kata Tjahjo, seraya ia mengungkapkan, bahwa ada 13 pejabat lainnya yang hendak dirotasi. Setelah dari Jatinangor, Tjahjo tak langsung pulang. Ia memilih untuk pergi ke Kota Bandung.

Tujuannya ke Balai Kota Bandung. Tiba di sana, Tjahjo langsung diterima oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Ridwan pun langsung mengajak Tjahjo berkeliling kantor balai kota. Salah satu yang dikunjungi adalah ruang command room, semacam pusat kontrol. Di ruangan itu, Ridwan menerangkan berbagai fasilitas yang dimiliki command room Kota Bandung. Kata Ridwan, lewat command room, ia bisa memantau berbagai aktivitas yang terjadi di Kota Bandung secara real, mulai dari parkiran, area publik dan pusat pembuangan sampah. (Koran Jakarta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>