Tjahjo Kumolo

Kiamat Bagi Petani Kita

Pemerintah menghapuskan tarif bea masuk untuk empat produk pangan yaitu beras, terigu, kedelai, dan pakan ternak. Minggu depan semua itu rencana akan berjalan efektif. Soal cabe dan climate change hanya alasan untuk melakukan liberalisasi perdagangan.

Ini aneh. Harusnya petani yang disubsidi, sekarang kok malah importer. Pemerintah sama sekali tidak memiliki equilibrium policy terhadap soal ini. Ini adalah driving panic policy, akhirnya masuk perangkap WTO. Lagi-lagi konseptornya sudah jelas di dalam sana.

Tjahjo Kumolo, 8 Januari 2011

5 Responses to Kiamat Bagi Petani Kita

  1. abdul 09/01/2011 at 03:01

    bagaimana nasib para petani bila selalu seperti ini, kami mengharapkan pemerintah mempunyai kebijakan2 yang lebih baik untuk para petani, ( Abdul Bandung )

    Reply
  2. Ali 09/01/2011 at 03:11

    kalau seperti ini bagaimana nasib para petani di indonesia untuk selanjutnya ????,dan mau dibawa kemana nasib para petani yang hidup pun selalu sulit

    Reply
  3. Eddy Tarmidi 09/01/2011 at 15:29

    Pak, apa kelangkaan cabai sehingga mengakibatkan kenaikan harga yang siqnifikan karena ulah mereka ? bukankah cabai mudah tumbuh dan di tanam di pekarangan rumah?

    Reply
  4. Guntur Mags 09/01/2011 at 18:25

    Begitulah nasib para petani akan makin terpuruk karna kebijakan yg tak berpihak pd mereka, kebijakan yg tak konservatif bukan?.Guntur Mags ( Itjen Dephut)

    Reply
  5. wardani 10/01/2011 at 09:59

    Lengkaplah sudah penderita para Petani kita. kami berharap bapak dapat memperjuangkan para petani kita.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>