Tjahjo Kumolo

Terima “Hibah” F-16? Pertimbangkanlah!

Pemerintah RI harus mempertimbangkan masak-masak keinginan Indonesia atau adanya tawaran pemerintah Amerika yang ingin,¬† setuju, atau pada tahapan lobby untuk melepaskan “rongsokan” F-16 lama untuk memperkuat alutsista TNI. Kalau dibuang ke Indonesia seolah-olah jadi “hibah” yang membuat Amerika kelihatan generous dan baik hati. Padahal untuk menerima “rongsokan” itu Indonesia harus mengeluarkan uang banyak sekali.

Pada saat selesai retrofit, F-16 kita itu sudah jadi uzur. Ingat, F-16 yang mau dihibahkan itu, setelah diretrofit pun, baru jadi pesawat tempur generasi ketiga. Sekarang ini saja sudah generasi ke empat menuju generasi ke lima. Kita keluar duit triliunan untuk memperbaiki barang tua tersebut (dan biayanya juga bisa beli pesawat baru juga) yang setelah selesai  tetap ketinggalan satu generasi.

Bayangkan, dimana efek deterrent kita? Paling-paling kita akhirnya hanya bisa bangga saat mengadakan aerobatic pesawat tempur di depan pejabat-pejabat dan rakyat kita sendiri.

Jadi pemerintah RI harus mempertimbangkan masak-masak tentang tawaran tersebut dalam berbagai aspek.

Tjahjo Kumolo, 11 November 2011

4 Responses to Terima “Hibah” F-16? Pertimbangkanlah!

  1. Ali 12/11/2010 at 14:48

    pesawat bekas di hibahkan ke indonesia, ini menjadikan negara kita jadi penampungan barang bekas. benar sekali pak Tjahjo pesawat baru dan bekas sama harga dan resiko pesawat bekas lebih banyak, tolonglah pemerintah mempertimbangkan kasihan angkatan militer AU i pesawat baru jangan pesawat bekas, sudah cukup kejadian pesawat jatuh dan jangan ada lagi korban. Ali di celilitan

    Reply
  2. Fitri 12/11/2010 at 15:08

    Sudah banyak korban dari tentara kita yang meninggal akibat kecelakaan pesawat di karenakan pesawat kita sudah tua dan rekondisi. Saya berharap pemerintah dapat lebih mempertimbangkan dengan bijak

    Reply
  3. Andrew 12/11/2010 at 15:17

    bener sekali Pak Tjahjo, Apakah indonesia saat menjadi pembuangan pesawat bekas, negara mengeluarkan dana Triliunan untuk pesawat Tua yang sudah rongsokan. dimana harga diri kita bangsa indonesia yang terkenal dengan kekayaan alamnya di mata internasional cuman bisa memiliki pesawat bekas dari Hiba lagi. saya berharap pemerintah saat ini mempunyai pemikiran seperi bapak. andrew makasar

    Reply
  4. Iskandar Daud 18/11/2010 at 19:04

    Tepat Pak Tjahjo! Hibahan begini hanya iming-iming untuk maksud kontrak besar-besaran. Tapi supaya RI mandiri dan bebas aktif dalam politik LN nya kan membutuhkan partner suplai yang tanpa mengikat secara politik. Di dunia banyak produsen military hardware canggih. Juga penting Pak agar industri nasional bidang ini berkembang. Kita lihat Iran, di embargo kok malah industri militer expanding banget. Kita contohlah juga RRC yang awalnya ‘njiplak’ tapi kan cepat maju. Bangun Indonesia, bangun bangsaku!!!

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>